CONTRIBUTOR

Lihat semua
LOVE & RELATIONSHIPS
Apa itu CINTA?
1.6K
“If you don't fight for what you want, don't cry for what you lost” - Merry Riana

Cinta itu ibarat kopi. Dimana rasanya itu cuma ada 2, pahit dan manis. Seperti halnya dengan cinta. Siap jatuh cinta, harus siap juga sakit hati. Saat jatuh cinta, semuanya kelihatan indah dan manis. Apalagi pada masa pendekatan dengan orang yang kita suka. Namun, saat kita mulai sayang, dia pun pergi begitu saja. Begitulah, saat lagi sayang-sayangnya biasanya orangnya akan menghilang terbawa angin. Pahit, sangat pahit, melihat kenyataan yang demikian. Dia berhasil masuk dalam hati. Sakit, hingga akhirnya aku sendiri pun memilih untuk tidak ingin berpacaran dan merasakan cinta karena takut untuk merasakan sakit itu kembali saat jatuh cinta.

Aku benci saat jatuh cinta karena aku pasti bisa dibutakan oleh semuanya. Rasanya aku seperti dihipnotis Bahkan, sisi buruk dalam dirinya pun dapat aku maklumi dan kuterima. Aku merasa seperti melayang, terbang, dan terlarut dalamnya.

Percayalah, saat jatuh cinta kau pasti tidak akan bisa tidak untuk memikirkannya. Apapun yang kau kerjakan pasti serba salah dan bisa tidak fokus. Setiap waktu kau pasti mencarinya. Bahkan khawatir dan tidak tenang saat dia belum menghubungi atau tidak merespon pesanmu. Kehadirannya sangat kau nantikan dan kau pun nyaman berada didekatnya. Serasa ada magnet tersendiri, sulit sekali rasanya untuk jauh. Begitulah sepanjang waktu. Semua waktumu akan habis hanya untuknya. Sampai pada satu titik, kau dan aku juga pasti lupa, kalau kita bukanlah siapa-siapanya.

Miris. Ingin rasanya berubah dan cepat untuk sadar. Tapi, percayalah, semuanya tidak semudah yang dibayangkan. Ketika kau pun sudah menjalaninya, kau bisa saja kembali terjebak didalamnya. Sama halnya dengan yang aku alami. Semuanya terjadi begitu saja. Tidak ada settingan. Waktu itu, aku dan teman-temannya duduk bersama, nongkrong di lesehan. Bermulai dari sebuah senyuman membuatku mulai jatuh hati padanya. Ya, klasik sih. Tapi, hal itulah yang membuatku suka. Senyuman. Aku akan mulai menyukai seseorang dari sebuah senyuman kecil dibibirnya.

Tidak hanya senyumannya yang kulihat pada waktu itu. Dia bahkan tertawa dengan bebasnya dalam setiap cerita lucu yang dibagikan oleh teman-temannya. Akupun ikut tertawa hingga tidak sadar bahwa aku terus memandangnya. Semua mengalir begitu saja. Tanpa terasa, kami sudah menghabiskan waktu selama 4 jam di tempat tersebut bersama dengan yang lainnya.

Aku mengenalnya lewat sahabatnya yang kebetulan temannya dari temanku. Aku juga belum pernah jalan berdua dengannya. Itulah pertama kalinya aku jalan dengannya bersama dengan teman-temannya. Menyenangkan.

Tidak berhenti disana, semuanya terus berlanjut sampai berbulan-bulan lamanya. Hingga akhirnya, aku mau belajar untuk percaya padanya. Tidak buruk untuk kami lewati pada bulan pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima. Setiap hari tidak pernah lewat untuk saling memberi kabar dan menyapa satu sama lain lewat video call.

Tiba satu waktu, pagi itu dia tidak ada kabar. Akupun memutuskan untuk menghubunginya. Berharap akan mendapatkan yang lebih, malah dikasih kejutan yang seperti sebuah petir. Responnya sangat lama. Tidak seperti biasanya. Tidak hanya itu, pesannya pun cukup singkat dan padat. Seperti orang asing dan baru pertama kali berkomunikasi. Aku masih mencoba untuk berpikir positif, barangkali dia sedang sibuk mengerjakan kerjaannya atau dia lagi ada masalah dan butuh sendiri.

Tidak berhenti sampai disana, esok harinya aku masih mencoba untuk menghubunginya kembali. Lagi-lagi, responnya sama seperti kemarin. Dan akupun sadar bahwa inilah waktunya untuk berpisah. Tidak perlu ada ucapan atau kata-kata berpisah. Cukup sadar diri saja. Dibilang sakit, iya. Tapi, gak bisa marah karena akupun bukan siapa-siapanya.

Sejak saat itu, aku tidak pernah berkomunikasi lagi dengannya. Sakit memang, tapi begitulah yang sudah terjadi. Sebenarnya, banyak hal yang ingin kutanyakan dan membuatku bingung. Untuk apa semuanya yang sudah dijalani selama berbulan-bulan. Untuk apa kita saling berbagi dan bercerita panjang lebar mulai dari kisah pribadi, permasalahan pribadi, cerita keluarga, bahkan cerita yang tidak penting untuk diceritakan. Sandiwarakah dia selama ini?

Untuk apa ada kata maaf kalau pada akhirnya kau akan melakukan kesalahan yang sama berulang kali.. untuk apa memberikan harapan kalau pada akhirnya kau juga akan menghilang dan pergi menjauh.. untuk apa memberikan semangat kalau pada akhirnya kau yang akan mematahkan semangat itu.. untuk apa datang kembali kedalam kehidupannya kalau pada akhirnya kau akan menambah luka itu.. untuk apa menghubunginya setiap saat kalau pada akhirnya kau hanya bermain-main padanya.. untuk apa mengatakan ingin mengenalnya lebih jauh, ingin tahu lebih dekat kalau pada akhirnya kau berhenti di tengah jalan.. untuk apa kau mencari tahu tentang orang yang sangat kau sayang kalau pada akhirnya kau yang mengecewakannya.. untuk apa kau memberikan senyum dan tawa kalau pada akhirnya kau juga yang membuatnya menangis.. untuk apa semuanya..”

Adakah kamu yang bisa menjawabnya. Terlebih kau yang sudah pergi begitu saja. Coba kau jawab dan beritahu aku.


"Untuk kamu yang disana, berhentilah untuk memberi harapan"

- RPH -


Rasanya ingin marah dan berteriak ditelinganya menanyakan hal tersebut. Apa dia sadar dengan semua perbuatannya itu? Kalau sadar, harusnya kau tidak seberani itu tega melakukannya. Yang aku tahu jika seseorang tahu bagaimana rasanya sakit dicubit, dia tidak akan mencubit dan seharusnya kau tidak melakukan hal yang demikian.

Ingin menyalahkanmu juga tapi aku juga salah karena gampang terbawa arus olehnya. Lalu, siapa yang patut untuk disalahkan? Ntahlah, bahkan sampai detik ini akupun tidak menemukan jawabannya.

Untuk kamu diluar sana yang mungkin saat ingin sedang jatuh cinta dan dekat dengan seseorang. Persiapkanlah hatimu dengan matang karena tidak selamanya yang kita inginkan yang akan terjadi. Untuk kamu yang suka pergi, menghilang begitu saja, terimakasih untuk semuanya karena kau mengajarkan untuk menjadi orang yang kuat dan tangguh. Berkatmu, aku belajar untuk jauh lebih berhati-hati dalam mengenal orang. Apalagi dalam mengenal yang namanya cinta. Aku belajar untuk lebih berhati-hati dalam memilih. Aku juga tidak akan mudah untuk jatuh cinta kembali dan aku jadi tahu bahwa cinta bisa saja berakhir dengan airmata. Tapi, aku percaya bahwa suatu saat nanti aku akan dipertemukan dengan orang yang tepat. Setauku yang terbaik memang lama dapatnya, apalagi jika itu dari Tuhan. Tidak perlu terburu-buru, karena takutnya nanti akan mengecewakan. Lebih baik lama tapi pasti bukan? Terimakasih cinta.


“Cinta yang ikhlas akan mampu menerima kenyataan, walau sangat menyakitkan”

- Merry Riana -

BACA JUGA




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Apa itu CINTA?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Silahkan login untuk memberi komentar

Crystal Monica | @alibabaalibabi

Nice Post Good ArticleHarga Emas Hari Ini 618 RB