CONTRIBUTOR

Lihat semua
SUCCESS & MOTIVATION
Bullying Hingga Menyayat Diri dengan Pisau Cutter?
280
Dari Trauma di-bully Bahkan Dengan Pisau Cutter Nekat Melukai Diri Sendiri. Sekarang Berani Tampil Percaya Diri Sebagai MC

Agatha anak kedua dari 2 bersaudara yang terpaut 5 tahun dari kakak perempuannya. Saat ini Agatha sudah menjadi mahasiswa. Agatha suka menggambar dari kecil dan bercita-cita menjadi designer. Mengetahui Life Academy dari radio Sonora kemudian saya mendaftarkannya dengan mengikuti sesi perkenalan terlebih dahulu. Awalnya Agatha tidak mau mengikuti dan harus dibujuk dahulu agar mau ikut Life Academy.

Masalah yang Dihadapi Sebelum Mengikuti Life Camp

Bermula dari di-bully saat sekolah di sekolah umum kemudian tidak mau sekolah lagi, takut untuk bersekolah, tidak berani berbicara dengan orang lain apalagi yang belum dikenal, menjawab hanya bila ditanya, sudah satu tahun tidak sekolah walaupun sudah dipaksa-paksa dan bahkan berusaha untuk menyakiti diri sendiri dengan cutter saat dipaksa sekolah, mengurung diri dikamar (mengisolasi diri), tidak banyak bicara, bicara dengan satu orang teman dekatnya melalui WhatsApp dan guru les bahasa inggrisnya saja. Agatha sempat tidak mau sekolah lagi dan saya sebagai orangtua mengkhawatirkan kondisi anak saya dan bagaimana dengan masa depannya.

Akhirnya saya memasukkan Agatha ke home schooling Kak Seto yang sekarang bernama Home Schooling Persada. Pada awalnya Agatha tidak mau masuk di sekolahnya yang baru ini mungkin karena masih trauma. Home schooling waktu kelas 2 SMU. Di home schooling Persada ini walaupun disebut home schooling tetapi anak yang bersekolah juga harus datang ke sekolah walaupun jadwalnya tidak sepadat dengan sekolah umum.

Sampai akhirnya saya mendengar tentang Life Academy dan saya mendaftarkan anak saya agar mau mengikutinya.

Kesan-kesan Saat Mengikuti Life Camp

Sepulang dari Life Academy Agatha disepanjang perjalanan pulang dia bercerita mengisahkan selama di Life Academy, apa saja yang terjadi di Life Academy, tentang teman sekamar, teman-temannya sekelompok, pelajaran-pelajaran yang didapat, tentang game yang dimainkan, tentang reward yang didapat karena menjadi yang pertama menjawab. Semua diceritakan dengan penuh semangat. Berkesan pada saat games prison break belajar untuk membantu teman terkadang kita harus mengalah karena kan kita ga selalu menang. Agatha senang karena belajar sambil main games jadi tidak membosankan.

Perubahan Setelah Mengikuti Life Camp

Banyak perubahan setelah mengikuti Life Academy, Agatha menjadi lebih bersemangat ke sekolah dan bahkan ingin kembali ke sekolah umum lagi, berani berbicara/bertanya kepada orang lain, sering bercerita tentang apa yang dialaminya saat disekolah, berani memberikan opini-opini dari apa yang terjadi, sekolah tidak pernah absen lagi, bahkan saat kelas 12 sudah berani mengajar adek kelasnya saat diminta oleh gurunya, berani tampil menjadi MC di pertemuan orang tua murid diacara sekolah, berani memberikan testimoni di Merry Riana di mall Central Park, di Puri Indah Mall. Agatha juga pernah mengikuti kelas public speaking dan mengikuti showcase.

Di home schooling sikap Agatha banyak berubah mulai mau ditunjuk sebagai MC sampai akhirnya Agatha jadi murid teladan di home schooling. Agatha sekarang lebih ekspresif dalam mengungkapkan rasa kasih sayangnya, seperti suka memeluk mama dan papanya. Padahal dulu Agatha suka diam dan tidak mau cerita sekarang jadi suka cerita dan dekat mamanya.

Setelah mengikuti Life Academy nilai pelajaran Agatha di home schooling juga makin bagus-bagus karena Agatha semangat bersekolah dan lebih mau membuka diri jadi lebih membuatnya lebih cepat berkembang di sekolahnya yang sekarang.

Sebelum mengikuti Life Academy Agatha suka tidak mau nurut sama papa mama tapi setelah mengikuti Life Academy Agatha berubah menjadi lebih sayang keluarga. Agatha sempat mengucapkan terima kasih ke papa mamanya karena sudah diberi kesempatan untuk mengikuti Life Academy dan kami sebagai orang tua jadi terharu. Agatha juga menceritakan jadi berani maju ke depan dan berani menjawab pertanyaan padahal waktu itu kondisi Agatha masih drop saya sebagai orang tuanya juga kaget mendengarnya. Perubahan Agatha juga terasa makin percaya diri, gembira dan ceria, mau bergaul lagi sama teman-temannya.

Menurut saya sebagai orangtua bagus ya acara ini dengan mengikuti Life Academy ini banyak mendapat manfaat seperti ilmu kehidupan yang terkadang orang tua tidak menyadari contohnya bagaimana untuk mengatur uang yang baik yang sudah diajarkan kepada anak-anak. Tidak harus terus ke arah akademis yang harus ditingkatkan tapi ada ke arah nilai-nilai kehidupan dalam mendidik anak, apalagi bagi saya hal yang terberat ketika menghadapi Agatha yang waktu itu sedang down dan acara ini sangat membantu Agatha untuk keluar dari masalahnya. Sebagai orang tua ingin memberikan yang terbaik bagi anak daripada memberikan barang yang cepat rusak atau hilang maka lebih baik memberikan yang dapat berguna bagi perkembangan dirinya. Melihat anak saya saat ini sudah bersyukur banyak sekali perubahannya.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bullying Hingga Menyayat Diri dengan Pisau Cutter?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Silahkan login untuk memberi komentar