CONTRIBUTOR

Lihat semua
SUCCESS & MOTIVATION
Hari Guru Nasional, Inilah Perbedaan Guru Zaman Dulu dan Zaman Sekarang
309
Hari guru merupakan penghormatan kepada seluruh guru yang ada di Indonesia, mereka telah rela mengabdi untuk mencerdaskan bangsa dan tanah air, Indonesia.

Hari guru nasional jatuh setiap tanggal 25 November, hal ini diabadikan untuk mengenang jasa para guru layaknya pahlawan yang tak kenal lelah mendidik generasi muda. Namun sangat disayangkan nasib para guru yang hingga sampai saat ini masih belum menerima kesejahteraan yang layak. Kesejahteraan tersebut tidak sebanding dengan jasa mereka yang selama ini telah dicurahkan untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Namun di lain hal banyak juga perbedaan pada guru ketika zaman dulu dan sekarang. Coba yuk kita lihat perbedaan tersebut.

1. Fasilitas penunjang

Jika zaman dulu faktor penunjang mengajar untuk guru adalah papan tulis dan kapur. Guru zaman sekarang sudah menggunakan spidol dan white board bahkan di sekolah tertentu sudah menggunakan layar proyektor dan menjelaskan materi pelajaran menggunakan Software Power poin. Para guru lebih mudah membawa berkas materi dengan memindahkan flashdisk sebagai media penyimpanan ke komputer sekolah. Guru pun tidak perlu repot menulis di papan tulis, cukup membuka software dan menjelaskan ke murid, waktu belajar menjadi lebih efisien karena materi yang dipelajari tidak perlu ditulis ulang.


2. Gaya belajar

Photo Credit : Edunews

Jika zaman dulu anak-anak akan monoton belajar hanya sesuai dengan buku paket dan materi yang dibawakan oleh para guru. Lain halnya dengan zaman sekarang, guru-guru dituntut lebih kreatif dalam memberikan materi kepada siswa. Murid lebih banyak belajar berkelompok untuk lebih meningkatkan daya ingin tahu para murid, mengembangkan pengetahuan secara luas dan mengasah kemampuan untuk berorganisasi agar semua murid bisa lebih aktif untuk menerima materi kurikulum yang sudah disediakan.


3. Cara menghukum

Photo Credit : pendidikanzona.blogspot.com

Jika zaman dulu guru agak sedikit kasar hingga penghapus dan penggaris kayu melayang. Berbeda dengan saat ini, kini metode hukuman untuk murid diberikan secara halus dengan menasihati. Tetapi hal ini menjadi tidak efektif ketika orang tua murid banyak yang berlebihan menanggapi guru yang sedang menasehati. Akhirnya anak pun menjadi tidak terkendali dan tidak mau menghargai keberadaan guru di sekolah. Sedikit kritik untuk hukuman murid zaman sekarang, jika zaman dulu sekali dihukum anak-anak akan lebih takut untuk mengulanginya, berbeda dengan zaman sekarang yah. Seharusnya orang tua dan guru bekerja sama untuk mencari solusi terbaik untuk metode mengajar anak yang susah diatur di dalam kelas Mereka juga harus mencari metode yang mudah diterima oleh kedua belah pihak. Ingat, di sekolah wali murid tetaplah guru, guru juga berhak untuk mendidik anak agar bisa berguna bagi nusa dan bangsa.


4. Tugas

Jika zaman dulu anak lebih monoton mengerjakan soal pekerjaan rumah yang menumpuk di buku-buku pelajaran, berbeda untuk zaman sekarang. Guru lebih banyak memberikan pekerjaan rumah yang lebih kreatif dan inovatif. Anak lebih diajarkan aktif dan memiliki daya kreasi yang tinggi. Bahkan untuk anak yang bersekolah full day, saat ini pekerjaan rumah sudah tidak diberlakukan.


5. Nasib guru

Photo Credit : Kemendagri.co.id

Jika zaman dulu nasib guru sangat memperhatinkan karena imbalan yang tidak setimpal, guru zaman sekarang sedikit lebih diperhatikan dengan adanya tunjangan dan sertifikasi yang diterimanya. Walaupun nasib mereka masih sama seperti dulu, terutama yang honorer masih menerima gaji yang sangat minim tetapi saat ini banyak upaya dari pemerintah untuk memperbaiki sistem agar kesejahteraan guru semakin meningkat, semoga dihari guru tanggal 25 november ini akan ada bukti nyata dari pihak pemerintah untuk guru-guru yang masih menjadi honorer yah.


6. Nilai

Photo Credit : Gettyimages

Jika zaman dulu nilai hanya monoton pada hasil ujian, saat ini banyak nilai yang terbagi menjadi beberapa jenis contohnya sikap dan kemampuan. Jika dulu hanya seputar nilai kurikulum saja, kini nilai ekstrakurikulum pun ikut andil dalam penilaian raport. Jadi anak yang pintar bukan dalam mata pelajaran pun akan ikut terpacu untuk menunjukan kemampuannya di bidang lain contohnya pencak silat dan badminton.


7. Interaksi

Photo Credit : pediaplex.net

Jika zaman dulu anak cenderung segan berdiskusi dengan guru, beda hal untuk zaman sekarang. Interaksi antara anak dan guru kini kian membaik. Hal itu dibuktikan dengan kekompakan guru dan siswa ketika berada di sekolah. Kini guru dan siswa berinteraksi layaknya seperti sahabat. Anak pun akan lebih nyaman dan mudah menangkap materi yang sedang dipelajari. Namun hal ini tak lepas dari bimbingan orang tua, agar anak tetap hormat dan patuh terhadap guru.


Nah, perbedaan zaman dulu dan sekarang memang sudah sangat berbeda. Namun, jasa para guru layaknya pahlawan tetap tanpa balas jasa. Selamat hari guru nasional, semoga jasamu tidak lekang oleh waktu.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hari Guru Nasional, Inilah Perbedaan Guru Zaman Dulu dan Zaman Sekarang". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Silahkan login untuk memberi komentar