CONTRIBUTOR

Lihat semua
SUCCESS & MOTIVATION
I'm Possible with Merry Riana: Gitu Aja Kok Marah!
3.2K
Semua orang pasti pernah merasa marah. Bagaimana mengatasinya?

Setiap dari Anda pasti pernah mengalami yang namanya marah. Marah karena ketidakadilan, marah karena kesewenang-wenangan, marah karena kecerobohan, kelalaian, dan sebaginya.

Tetapi katanya marah itu beda tipis dengan istilah pemarah alias tukang marah-marah, tukang protes, tukang kritik, dan ukang ngomel.

Di acara I’m Possible yang bertajuk “Gitu Aja Kok Marah”, Miss Merry Riana kembali memberikan inspirasi yang sangat menarik.

Pada segment pertama, dibuka dengan sebuah kondisi yang menggambarkan sebuah tema. Dimana Soleh Solihun marah terhadap kucing yang selalu masuk ke rumahnya.

Dengan ramah dan penuh senyum, Ms Merry Riana mencoba untuk menenangkan Kang Soleh, begitu sapaan akrabnya, dengan menggunakan sebuah quote.

“Kendalikan emosimu, sebelum emosi mengendalikanmu,” ucapnya di Studio Grand MetroTv, 28 Mei 2017.

Meski begitu, Ms Merry juga menjelaskan bahwa sebenarnya banyak orang yang salah persepsi dan menganggap semua emosi adalah hal yang buruk. Padahal sebenarnya tidak. Misalnya, Ms Merry mencohtohkan, rasa takut.

Orang yang takut tidak naik kelas akhirnya akan belajar. Orang yang takut sakit, akhirnya akan menjaga kesehatan. Meski begitu, Ms Merry juga menilai bahwa rasa takut itu tidak harus dihilangkan. Termasuk dalam hal ini berkaitan dengan marah. Kedua-duanya perlu untuk dikendalikan.

Hadir juga di studio, Coach I’m Possible, Erbe Sentanu, yang turut menambah meriahnya suasana dan menariknya pembahasan.

Menurut Sentanu, mengendalikan emosi merupakan perkara yang tidak mudah karena emosi itu ada tapi tidak kelihatan. Belum lagi anggapan banyak orang yang merasa mudah marah ketika lapar. Terlebih di saat bulan ramadhan seperti ini.

“Yang berawal dari kemarahan, bisa berakhir dengan penyesalan,” tambah Miss Merry mengukuhkan pendapatnya Erbe Sentanu.

Menurut Ms Merry, penyesalan itu bisa terjadi lantaran seseorang menaikkan kadar emosi, sehingga yang terjadi adalah kadar kecerdasan/kepintarannya menurun dalam waktu bersamaan.

Suasana tapping ternyata semakin meriah. Beberapa ilustrasi dan peragaan disajikan untuk memperjelas episode ini. Dan salah satu peragaan yang dihadirkan adalah sebuah fenomena yang kerap terjadi bahkan mungkin sering kita lihat, yaitu diserempet saat berkendara.

Ketika diserempet, biasanya akan terjadi cekcok mulut yang kemudian bisa mengakibatkan perkelahian, yang akhirnya menimbulkan macet. Namun tidak jarang juga ketika diserempet, kita menjadi terpancing emosi dan marah-marah. Sementara yang menyerempet sudah pergi jauh dan tidak lagi terkejar. Tapi anehnya, kita malah semakin marah.

“Marah itu rasanya tidak enak. Semakin kita marah, semakin tidak enak,” ucapnya ketika memberikan penjelasan kepada pemirsa MetroTv.

Setelah itu, Sentanu tak lupa membagikan kunci agar kita tidak menjadi pemarah atau orang yang mudah marah. Dan salah satunya adalah menunda kemarahan. Supaya emosi tersebut bisa kita pikirkan, dan kita pun bisa mengubah dari energy yang negatif menjadi energy yang positif.

Apakah Anda mau bertemu langsung dan foto bersama Miss Merry Riana? Anda bisa ikut nonton syuting program I’m Possible di studio Metro TV, secara GRATIS! Daftar sekarang juga di www.MerryRiana.com/im_possible


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "I'm Possible with Merry Riana: Gitu Aja Kok Marah!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Silahkan login untuk memberi komentar