CONTRIBUTOR

Lihat semua
SUCCESS & MOTIVATION
Mau Sukses Usia Muda? 7 Mantra Ini Dapat Membuat Kamu Menjadi Anak Muda Produktif
1.8K
Sukses di usia muda tidak serta merta datang begitu saja, tidak hanya butuh perjuangan melainkan juga dituntut untuk aktif dan produktif.

Muda, tangkas, berani dan sukses! Banyak sederet anak-anak Indonesia yang berhasil sukses di usia muda. Sebut saja Bong Chandra, diusia 25 tahun dia sudah menyabet motivator muda se Asia, Merry Riana, yang mampu menghasilkan 1 juta dolar perbulan diusia yang sangat relative muda, atau mungkin Yasa Sianggih, pengusha men’s wear yang mampu meraup omzet ratusan juta diusia 20 tahun. Ya, Siapa yang tidak tergiur dengan kesuksesan yang dicapai di usia yang relative muda. Tahukah kamu sukses diusia muda tidak serta merta datang begitu saja, tidak hanya butuh perjuangan melainkan juga dituntut untuk aktif dan produktif. Dalam buku Seven Habits of Highly Effective People, karangan Steven Covey, kiranya bisa dijadikan sebagai kunci dalam mewujudkan generasi muda yang berkarya tersebut.


Lalu apa saja sih langkah-langkah menjadi anak muda yang produktif? Simak 7 mantra menjadi anak muda yang produktif!


1. Kerja dengan sepenuh hati

photo credit: Eat This, Not That!

Jadilah manusia yang proaktif. Yaitu manusia yang mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati dan tanpa ada rasa terpaksa.


2. Mulailah segala sesuatu dari tujuan akhirnya

photo credit: shuttershock

Setiap pekerjaan yang kita lakukan harus memiliki visi. Visi inilah yang menggambarkan dan arahan bagaimana tujuan ahir akan dicapai. Dengan adanya visi kita akan bersemangat, fokus sekaligus melakukan tindakan-tindakan bertahap yang diperlukan agar visi terwujud. Dengan memulai sesuatu dari tujuan ahirnya, maka kita akan terhindar dari menyia-nyiakan waktu untuk sesuatu yang dalam jangka panjang atau bentuk ahir yang tidak bermanfaat.


3. Miliki dan jalani prioritas

photo credit: living the lai

Dahulukan Yang Pertama. Dalam hidup selalu ada hal penting dan hal kurang penting atau bahkan tidak penting sama sekali. secara sederhana, kita bisa membagi aktivitas untuk menentukan mana yang penting mana yang tidak, mana yang urgent dan mendesak dan mana yang tidak. Sering kali orang tercampur dan tidak bisa membedakan antara sesuatu yang penting dan sesuatu yang mendesak.


4. Berpikir untuk menang tanpa merugikan orang lain

photo credit: india

Setiap orang punya kepentingan. Sering kali kita tidak sadar ingin menang sendiri. Kita ingin melakukan sesuatu yang menguntungkan diri kita namun merugikan orang lain. Atau kalupun tidak sampai merugikan orang lain, kita hanya memikirlkan kepentingan kita dan tidak peduli apakah hal-hal yang menjadi perhatian orang lain ikut dipertimbangkan atau tidak. Tindakan disini disebut Win-Lose. Satu pihak menang namun pihak lainya harus kalah. Memang tidak mudah untuk membiasakan cara berfikir win-win. Ini menuntut sikap empati terhadap situasi yang dihadapi orang lain. Berpikir win-win akan menjauhkan kamu dari cara bertindak egois yang hanya ingin kepentingan pribadi diutamakan.


5. Pahami lebih dulu orang lain, agar mereka juga bisa memahami kamu


photo credit: Business Insider

Orang bijak mengatakan, kita memiliki dua telinga dan satu mulut agar lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Keterampilan mendengarkan atau listening menjadi penting buat semua orang, terutama jika kamu seorang pemimpin. Mendengarkan yang sesungguhnya adalah kita menaruh perhatian atas apa yang disampaikan orang lain, berusaha memahaminya, dan berusaha melihat dari sudut pandangnya. Dengan demikian kita menjadi paham mengapa orang tersebut cenderung melakukan sesuatu dengan cara tertentu, atau mengapa dia lebih memilih melakukan sesuatu dan meninggalkan yang lainnya. Kebiasaan ini mengajarkan kepada kita untuk men-diaknosa permasalahan dengan baik sebelum member tindakan.


6. Melakukan sinergi dengan orang lain

photo credit: Business Insider

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Itu sebabnya kita akan selalu saling membutuhkan. Kekurangan kita ditutupi oleh kelebihan yang dimiliki orang lain dan sebaliknya apa yang menjadi kelebihan diri kita dapat dimanfaatkan untuk membantu orang lain. Inilah kerjasama harmonis di mana masing-masing pihak menyadari kelebihan dan kekurangan masing-masing dan memilih bersinergi, bukan berjalan sendiri-sendiri.


7. Pertajam segala macam bentuk penglihatan diri

photo credit: SheKnows

Ini dimaksudkan sebagai cara agar kamu melakukan tindakan yang dapat mempertajam segala macam bentuk sensor pribadi yang ada di dalam diri. Mulai dari dimensi fissik, mental, social, emosional, dan juga spiritual. Semua dimensi ini harus dijaga supaya seimbang. Tujuanya tentu saja agar peningkatan produksi bisa di sadari dan dijadikan sebagai kebiasaan yang tak lagi dilakukan secara paksa.


Nah, tujuh mantra ini dapat kamu terapkan untuk mencapai kesuksesan di usia muda.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mau Sukses Usia Muda? 7 Mantra Ini Dapat Membuat Kamu Menjadi Anak Muda Produktif". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Silahkan login untuk memberi komentar