CONTRIBUTOR

Lihat semua
LIFE & HAPPINESS
Nilai Luhur Sebutir Nasi, Tulisan Ini Menampar dan Memutar Balik Hidup Saya 5 Tahun yg Lalu (dan Seumur Hidup)
948
Mengucap syukurlah dengan tindakan kecil :)

Pengalaman ini tak akan terlupakan...

Sekitar 5 tahun (lebih) yang lalu ketika masih duduk di bangku SMP saya tertampar dan berkomitmen mengambil SATU KEPUTUSAN KECIL dalam hidup saya yang BERDAMPAK BESAR. Ketika berkunjung di rumah teman kakak saya yang juga adalah tempat usaha restoran orangtuanya, ada poster yang ditempel di dinding berjudul “Nilai Luhur Sebutir Nasi”.

Disitu saya tidak sempat membaca karena saya hanya melihat dari jauh dan yang tampak hanyalah judulnya. Sampai di rumah saya searching judul td dan muncullah artikel tsb.

Pikiran saya berubah seketika dan mulai mendisiplinkan diri untuk makan dengan penuh ucapan syukur. Ucapan syukur bukan hanya dalam doa tapi tindakan kita. Tindakan kecil yaitu tidak membuang makanan sedikitpun. Syukur karena berkat Tuhan lewat apa yang bisa kita makan dan menjaganya dengan baik. Tidak membuangnya (kecuali memang sudah diharuskan).

Berikut isi artikelnya:

Mari coba kita hitung berapa banyak nasi yang terbuang dalam satu hari

Kita makan 3 (tiga) kali sehari.

Andai tiap kali makan, kita membuang 1 butir nasi berarti

setiap hari ada 3 butir nasi yang kita buang.

Jika penduduk Indonesia 250 juta orang, dan setiap orang

membuang 1 (satu) butir nasi setiap kali makan, berarti

ada 750 juta butir nasi yang terbuang setiap hari.

Ternyata setelah dihitung, dalam 1 kg beras

terdapat 50.000 butir, maka:

750.000.000/50.000 = 15.000 kg atau sama dengan

15 ton beras dibuang setiap hari.

Kalau 1 kg beras cukup untuk 10 orang makan, maka:

15.000 kg X 10 orang = cukup untuk 150.000 orang makan.

Artinya beras yang terbuang setiap hari di Indonesia

sebenarnya bisa memberi makan 150.000 orang.

Benarkah kita hanya buang 1 butir nasi saja

setiap kali makan?

Begitulah isi artikelnya. Bahkan menurut data dari Www. AntaraNews.Com ada 260.000 orang mati kelaparan di Somalia. Artinya jika kita bisa (meskipun tampak mustahil) kompak seluruh Indonesia bisa tidak membuang sebutir nasi maka sebenarnya dalam 2 hari saja makanan untuk 300.000 orang tidak harus terbuang sia-sia.

5 tahunan saya hidup dengan nasihat artikel tsb, dari sejak SMP hingga saya lulus kuliah dan masuk dunia kerja (dan akan sampai akhir hayat saya)

Ini komitmen saya, kepada para pembaca siapapun kalian. Saya membuat komitmen baru untuk terus disiplin dalam hal ini sampai akhir hayat saya sebagai ucapan syukur saya atas kemurahan Tuhan saya bisa cukup makan sampai sekarang. Saya ingin mengajak Anda untuk mulai membangun kebiasaan ini. Awalnya mungkin susah, tapi percayalah ketika kebiasaan ini sudah mendarah daging dan terbiasa maka justru kita tidak akan bisa (sangat tidak sampai hati) lagi membuang makanan dengan sia-sia. Jika artikel ini menginspirasi, Anda boleh share


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Nilai Luhur Sebutir Nasi, Tulisan Ini Menampar dan Memutar Balik Hidup Saya 5 Tahun yg Lalu (dan Seumur Hidup)". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Silahkan login untuk memberi komentar