CONTRIBUTOR

Lihat semua
CAREER & BUSINESS
Perbedaan Aset dan Liabilitas
412
Apa yang diajarkan orang kaya kepada anaknya yang tidak diajarkan orang miskin kepada anaknya

Menurut seorang guru keuangan yang sangat fenomenal dan penulis buku international best seller Rich Dad, Poor Dad yaitu Robert T. Kiyosaki ada satu jurang paradigma yang sangat besar antara orang kaya dan orang miskin tentang aset dan liabilitas. Perbedaan paradigma ini pula yang membuat mereka menjadi kaya atau miskin. Paradigma ini cikal bakal seseorang akan mencapai financial freedom atau malah bablas financial. Paradigma ini yang memisahkan orang orang kaya dengan yang tidak kaya. Dan menariknya paradigma ini sangat sederhana, tersimpan dalam pikiran kita mungkin bertahun-tahun. Mungkin selama ini kita yang punya penghasilan besar namun tak kunjung sejahtera secara keuangan

Apa itu? PEMAHAMAN TENTANG PERBEDAAN ANTARA ASET DAN LIABILITAS.

Iya, hanya karena kurangnya pemahaman tentang perbedaan antara aset dan liabilitas itulah yang menyebabkan ada orang kaya atau tidak kaya. Dengan kata lain, Financial Quotient (FQ) atau kecerdasan finansial

Umumnya, orang mempunyai pengertian bahwa apapun yang mereka punya adalah ASET. Pengertian inilah penyebab orang membeli aset sebanyak-banyaknya supaya menjadi kaya. Beli rumah banyak, mobil, tanah, dll. Entah karena mendengar seorang perencana keuangan yang mengatakan bahwa dengan memiliki banyak aset maka menjadi kaya atau karena hal lainnya. Pokoknya, dalam benaknya (paradigma) adalah asal punya banyak aset maka cepat kaya. Benarkah?

Saya tanya kepada Anda. Rumah adalah aset atau liabilitas? Mobil? Motor? Tanah? Laptop? Handphone? Coba jawab apakah semua yang saya sebut adalah aset atau liabilitas.

Memang betul, satu saran keuangan terbaik yang pernah saya dengar tentang keuangan dan sangat saya yakini adalah nasihat berikut:

“Jika Anda ingin menjadi kaya, BELILAH ASET!”

Saya rasa jika Anda sudah lelah membaca banyak buku, ikut seminar, mendengar nasihat tentang keuangan namun tetap mengalami perubahan, maka saya rasa nasihat BELILAH ASET adalah nasihat terbaik! Mengapa? Itu adalah nasihat dari seorang sahabat Kiyosaki yang sudah membuktikan bahwa nasihat tersebut adalah nasihat paling manjur dalam hal keuangan!

Tapi tunggu dulu 

Masalahnya adalah, kembali ke pertanyaan tadi. MAYORITAS orang mempunyai DEFINISI yang SALAH tentang aset. Ini akar masalahnya

Umumnya orang menganggap rumah adalah aset. Padahal yang sebenarnya adalah tergantung! Jika rumah tsb untuk kita tinggali sendiri dg kata lain ada biaya perawatan, listrik, air, dan biaya lainnya maka rumah tsb adalah liabilitas! Mengapa? Karena rumah tsb mengeluarkan uang dari kantong kita, maka tidak bisa disebut aset. Jika rumah yang sama disewakan dan menghasilkan uang sewaan tiap bulan maka rumah tsb baru dikatakan sebagai aset.

Contoh, misal Anda membeli sebuah rumah dengan sistem cicilan. Anggap cicilan perbulan Anda adalah 5 juta per bulan, lalu rumah tsb Anda sewakan dengan harga sewa 6 juta per bulan maka rumah tsb adalah aset Anda karena menghasilkan pemasukan ke kantong Anda. Jika harga sewa 4 juta perbulan maka rumah tsb adalah liabilitas. Jelas?

Intinya adalah, ASET ADALAH SEGALA SESUATU YANG MEMASUKAN UANG KE KANTONG ANDA SEDANGKAN LIABILITAS ADALAH SEBALIKNYA, SEGALA SESUATU YANG MENGELUARKAN UANG DARI KANTONG ANDA.

Bagaimana dengan handphone? Tentunya Anda sudah bisa jawab, bukan? 

Misal dengan HP Anda hanya chattingan, sebatas komunikasi, internetan saja, itu liabilitas. Kecuali memang apa yang dilakukan bernilai ekonomis. Saya sendiri memiliki HP seharga 1,7jt. Namun ketika kuliah saya iseng menjalankan bisnis dropship kecil2an, ternyata hasilnya mencapai harga HP, menutupi biaya kuota internet. Artinya HP (liabilitas) saya berubah menjadi aset saya.

Kasus lain. Sekarang ojek online sangat fenomenal. Ketika Anda membeli HP dan motor untuk keperluan pribadi, maka motor dan HP ini adalah liabilitas karna Anda harus mengeluarkan biaya perawatan, bensin, pulsa HP, kuota internet, biaya lainnya dengan uang Anda. Namun ketika Anda menggunakan utk mulai menjadi driver ojek online dan hasilnya bisa untuk menutupi semua biaya tsb dan masih ada lebihnya maka motor dan HP Anda tadi adalah aset! (Bukan hanya dengan cara menjadi ojek online melainkan apapun asalkan menghasilkan uang yang lebih dari biaya yang Anda keluarkan)

Bagaimana dengan tanah? Banyak org bilang tanah adalah aset. BELUM TENTU

Misal tanah di lokasi yang memang tidak strategis sama sekali dan hanya Anda diamkan saja bertahun-tahun karena tidak ada peminatnya, maka tanah tsb adalah liabilitas (karena Anda membelinya dengan uang pada awalnya). Namun perlu diingat, menurut saya lebih baik membeli tanah yang mungkin awalnya harus didiamkan sangat lama karena umumnya harga akan naik dibanding membeli barang mewah tapi hanya untuk sebatas menjaga gengsi 

Ruko? Anda sekarang bisa jawab sendiri tentunya

Masalahnya adalah banyak orang terjebak dengan paradigma yang keliru. Mereka MEMBELI BANYAK LIABILITAS YANG MEREKA PIKIR ADALAH ASET. Akhirnya mereka terjebak dalam hutang karena terlalu banyak biaya yang harus mereka bayar dibanding pemasukan yang seharusnya bisa mereka terima kalau saja yang mereka beli adalah aset atau minimal menjadikan/mengubah liabilitas tadi menjadi aset. Mereka membeli rumah yang mereka pikir adalah aset properti padahal hanya untuk keperluan pribadi atau dikosongkan saja namun harus terikat dengan biaya maintenance yang besar dan akhirnya tidak pernah kaya.

Mereka membeli mobil lebih dahulu sebelum membeli rumah, akhirnya biaya maintenance mobil tsb menguras banyak kantong mereka dan akhirnya semakin sulit untuk membeli rumah.

Hanya karena paradigma yang kurang tepat, hasilnya sangat berbeda jauh luar biasa. So, pastikan yang kita beli adalah aset. Boleh beli liabilitas? Boleh tapi minimal setelah hasil dari aset kita sudah cukup utk membeli kemewahan itu. Seumpama kita memelihara 1 ekor ayam. Lalu ayam tsb bertelur, ayamnya kita rawat dengan baik, jangan dipotong. Ambil telurnya, lalu jual. Begitu seterusnya hingga kita mampu membeli ayam ke-2, 3, 4, 10, dst. Mesti sabar, tidak usah buru2 ingin hidup mewah. Tunda kesenangan dulu. Sampai hasil dari penjualan telur dari ayam-ayam (aset-aset) kita cukup untuk membeli gaya hidup mewah sesuai yang kita mau tanpa harus memotong ayamnya. Itulah aset!

Silahkan share jika bermanfaat :)


BACA JUGA


Bullying Hingga Menyayat Diri dengan Pisau Cutter?

Bullying Hingga Menyayat Diri dengan Pisau Cutter?

Dari Trauma di-bully Bahkan Dengan Pisau Cutter Nekat Melukai Diri Sendiri. Sekarang Berani Tampil Percaya Diri Sebagai MC

Read more..

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Perbedaan Aset dan Liabilitas". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Silahkan login untuk memberi komentar