CONTRIBUTOR

Lihat semua
INDONESIA & I
Perbedaan Mengajukan KPR Untuk Rumah Baru dan Rumah Bekas
691
Rumah KPR

Rumah adalah kebutuhan pokok semua orang. Wajar kalau BUMN di bidang properti pun selalu berupaya untuk menghadirkan hunian terbaik guna mencukupi kebutuhan masyarakat akan hunian. Nah, berbicara tentang rumah, untuk membeli rumah itu dapat dilakukan dengan metode pembayaran cash atau secara kredit yang lebih dikenal dengan istilah KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Membeli rumah KPR pun tak hanya berlaku bagi rumah yang baru dibangun dan dikembangkan saja. Kamu pun bisa membeli rumah bekas dengan fasilitas KPR. Namun, hal yang jelasnya harus kamu pahami terlebih dahulu adalah pengajuan KPR untuk rumah baru dan rumah bekas memiliki prosedur yang berbeda. Apa saja perbedaannya ? Berikut ini untuk lebih lengkapnya lagi :

1. Deal Awal

Photo Credit: Romania Insider


Mulai dari deal awal pembelian rumah KPR. Untuk rumah baru, secara garis besarnya kamu harus menghubungi developer sebagai pihak yang memasarkan rumah tersebut. Kemudian saat telah deal dengan harga yang dibanderol developer, selanjutnya diteruskan ke urusan bak. Sedangkan untuk rumah bekas, yang membedakan adalah yang dihubungi ialah pemilik rumah tersebut, bukan developer. Kemudian kalau nego harga sudah selesai dilakukan, barulah menghubungi bank yang menyediakan layanan KPR.

2. Proses Mengurus KPR

Photo Credit: Properti247


Dalam hal proses mengurus KPR ke bank, untuk rumah baru siapkan dokumen-dokumen yang menjadi persyaratan. Dari developer bakal memberikan salinan sertifikat tanah, IMB, serta tanda jadi transaksi pembeli dan developer. Jika sudah, baru ke bank untuk mengajukan KPR. Sementara itu untuk rumah bekas, syarat dokumen pribadi dilengkapi layaknya membeli rumah KPR yang baru, namun salinan surat-surat rumah diminta dari pemilik rumah. Baru ke bank dan jika perlu, turut ajak penjual rumah juga.


3. Biaya Lain-lain

Photo Credit: Adnet Indonesia

Untuk KPR baru, pembayaran biaya lain-lain seperti notaris, asuransi, provisi tergantung pada pihak developernya. Kalau developer telah bekerjasama dengan bank, umumnya pembeli dibebaskan atas biaya lain-lain tersebut. Mungkin pembeli hanya diminta untuk membayar booking fee. Sedangkan untuk rumah bekas, tergantung pada negosiasi dengan penjual. Jika harga rumah yang dibanderol sudah termasuk dengan biaya lain-lain, penjual rumah pun tidak lagi menarik biaya tambahan kepada pembeli.


4. Pembayaran DP

Photo Credit: Kompasiana

BACA JUGA


7 Tempat Penuh Kenangan yang Bikin Baper Berkepanjangan

"Apa yang harus kita lakukan pada kenangan yang memaksa untuk terus diingat?" - Raditya Dika

Read more..

Rumah yang baru, pembayaran DP diberikan langsung kepada pihak bank dan pembeli punya kesempatan untuk juga menyicil DP kepada developer apabila developer menyediakan fasilitas tersebut. Karena tidak semua developer menyediakan. Biasanya yang terdapat fasilitas DP bisa dicicil adalah rumah yang mahal di atas 1 milyar rupiah. Sedangkan kesempatan untuk menyicil DP sendiri sangatlah kecil bagi pengajuan KPR untuk rumah yang bekas.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Perbedaan Mengajukan KPR Untuk Rumah Baru dan Rumah Bekas". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Silahkan login untuk memberi komentar