CONTRIBUTOR

Lihat semua
INDONESIA & I
Potret Bulan Puasa di Bali, Sangat Kental Aroma Toleransi
1.6K
Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu jua. Menjunjung tinggi toleransi beragama demi kerukunan bersama, di Bali misalnya.

Bali tercipta saat Tuhan tengah jatuh cinta. Tak hanya terkenal dengan keindahan alam dan budayanya saja, namun Bali sangat menjunjung tinggi toleransi beragama. Jika kamu ingin melihat potret kerukunan luar biasa, mari datanglah ke Pulau Dewata. Salah satu yang paling nampak adalah saat bulan puasa tiba, di mana umat Hindu dan Muslim saling membantu memberi rasa aman untuk beribadah. Meski Muslim hanya menjadi minoritas di tengah Hindu sebagai mayoritas, namun rasa persatuan dan persaudaraan mereka telah melambangkan Pancasila. Maka, beginilah potret bulan puasa di Bali yang sangat kental aroma toleransi. Semoga dapat memberi inspirasi.

1. Pecalang Ikut Jaga Salat Tarawih

Photo Credit: Viva News

Saat umat Muslim menjalankan salat tarawih, para pecalang (pengamanan adat umat Hindu Bali) menjaga ibadah mereka di depan masjid. Tujuannya tentu megontrol ketertiban dan keamanan agar ibadah salat tidak terganggu.

2. Dukungan dari Gubernur

Photo Credit: YouTube

Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika memberi ucapan berisi dukungan serta harapan bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa dan disiarkan di radio-radio jelang waktu berbuka. Dengan demikian, umat Muslim merasa didukung dan dilindungi sebaik-baiknya oleh 'ayah' mereka.

3. Berdekatan Namun Tak Bermusuhan

Photo Credit: Flickr

Meski masjid dan pura berdekatan, namun kedua umat beragama tidak saling menyulitkan dalam menjalankan ibadahnya.

4. Pasar Takjil Juga Ada

Photo Credit: Instagram/Kholik Mawardi

Jelang berbuka puasa, beberapa ruas jalan di Bali juga dipadati penjual takjil yang tak hanya dari umat Muslim saja, sebab umat Hindu turut membantu menyewakan lahan mereka.

5. Bazar Ramadan untuk Kerukunan

Photo Credit: Instagram/Kholik Mawardi

Di Banjar Adat Pekambingan, bazar Ramadan digelar di jalan-jalan dengan menyediakan beragam takjil serta lauk pauk untuk berbuka. Saat para warga menyerbu dagangan yang ada, pecalang sibuk mengatur lalu lintas dan ketertiban jalan. Bazar Ramadan ini tak hanya menguntungkan pedagang, penyelenggara, dan pembeli saja, namun juga meningkatkan kerukunan serta silaturahmi antar umat beragama.

6. Megibung, Buka Puasa Lintas Agama

Photo Credit: Qubicle

Megibung adalah tradisi yang berkembang di Karangasem dan menyebar ke seluruh masyarakat Bali, yakni tradisi makan bersama dalam satu wadah tanpa memandang perbedaan. Saat Ramadan, Megibung diadakan oleh warga lintas agama dengan berbuka bersama untuk menumbuhkan rasa saling menyayangi dan menghargai dalam masyarakat Bali meski berbeda suku, agama, ras, dan golongan.

7. Ngejot dan Berkirim Hantaran

Photo Credit: Toliq Anshari

Tradisi yang berasal dari Desa Pegayaman Buleleng ini dilakukan jelang Idul Fitri dengan membawa hantaran berisi makanan ke rumah keluarga dan tetangga untuk bersilaturahmi. Kini, tradisi Ngejot tak hanya populer di Buleleng saja, tapi hampir di seluruh wilayah Bali untuk mempererat kerukunan antar umat beragama. Uniknya, Ngejot tidak hanya dilakukan oleh sesama Muslim saja, namun juga berkirim hantaran untuk kerabat Hindu di sekitar tempat tinggal. Nanti pada saat hari besar Hindu, mereka berbalas mengirim hantaran kepada tetangga Muslim demi berbagi kebahagiaan.

8. Nikmatnya Sate Susu, Perekat Toleransi di Bali

Photo Credit: Dhe Dhaa/Instagram

Terakhir, yang tak kalah uniknya demi 'merayakan' toleransi beragama di Pulau Dewata saat bulan puasa adalah kehadiran kuliner sate susu yang bisa ditemukan di Kampung Jawa. Sate nikmat ini hanya bisa dijumpai setahun sekali, terbuat dari kelenjar susu sapi betina yang dipotong kotak lalu dibakar dan dibumbui aneka rempah. Yang bikin unik adalah sambalnya yang terbuat dari tepung beras dan santan yang disebut sambal serapah. Kamu tertarik mencobanya?

BACA JUGA


Ngabubu-read Ramadan: 5 Novel tentang Wajah Indonesia yang Masih Seru Dibaca Ulang

Ngabubu-read Ramadan: 5 Novel tentang Wajah Indonesia yang Masih Seru Dibaca Ulang

Ada ngabuburit, ada ngabubu-read. Ya, menanti waktu berbuka puasa dengan novel-novel seru buat dibaca

Read more..

Bali tidak memberi tempat bagi siapapun yang gemar memecah belah umat. Toleransi yang telah terpupuk di Bali adalah bukti bahwa mereka telah mengamalkan dan menjunjung tinggi Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa. Selamat merayakan kerukunan dan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Potret Bulan Puasa di Bali, Sangat Kental Aroma Toleransi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Silahkan login untuk memberi komentar