CONTRIBUTOR

Lihat semua
SUCCESS & MOTIVATION
SANTAI DAPAT DUIT MAU TAHU CARANYA? INILAH EMPAT CARA SAYA!
2.1K
Setiap kali ada orang bertanya bagaimana saya bisa begitu produktif menulis buku maupun artikel di media daring, saya menjawab, “Ide mengalir begitu deras saat otak saya santai.”

Seorang mahasiswa jurusan seni sedang pusing tujuh keliling. Dia tidak dapat ide untuk menuangkan tugas akhirnya, padahal proyek itulah yang menentukan kelulusannya. Kanvas masih kosong. Cat belum digunakan, energi otaknya sudah habis.

Dengan jengkel dia taruh begitu saja kanvas melompong itu di lantai dan membawa cangkir kopinya ke lantai atas. Sambil menyesap cappuccino-nya dii lantai dua rumahnya yang bak bengkel seni, dia bersantai mencari ide. Dia bersandar di pagar yang atasnya penuh kaleng cat yang terbuka. Tiba-tiba lengannya menyenggol dua kaleng cat yang ‘duduk dengan manis berdampingan’. Sejoli itu meluncur ke bawah dan tumpah ruah di atas kanvas kosong. Mahasiswa seni itu kaget dan melongok ke bawah.

Aha. Tiba-tiba saja dia melihat pemandangan yang luar biasa di bawah sana. Hasil muntahan dan cipratan cat di atas kanvasnya menghasilkan ‘lukisan’ yang wow. Dia segera lari ke bawah, merapikannya di sana sini, dan mengangin-anginkannya.

Keesokan harinya, dia bawa ‘tugas akhirnya’ itu ke dosen. Dengan mata yang membelalak kagum, dosen itu berkata, “Wow. Luar biasa! Bagaimana caramu melukis seperti ini? Goresanmu begitu spontan, ekspresif, dan full power.”

Saya tidak tahu apakah mahasiswa itu berterus terang bahwa tugas akhirnya itu bukan dia yang membuat tetapi campur tangan ilahi yang luar biasa. Sebenarnya, kalau dia berkata bahwa itu hasil karyanya pun dia tidak berbohong. Bukankah ‘masterpiece’ itu tercipta karena senggolan tangannya?

Belakangan, karyanya itu ditawar dengan harga mahal karena nilai seninya yang tinggi. Sebenarnya, setiap kita bisa mengalami Aha Moment yang bisa menghasilkan karya yang luar biasa di dalam kehidupan kita.

1. Hargai setiap ‘kebetulan’ di dalam hidup

Orang sukses selalu menemukan KESEMPATAN di setiap KESEMPITAN. Sebaliknya, orang gagal mengabaikan KESEMPITAN yang justru bisa menemukan KESEMPATAN. Secara logika, KESUKSESAN kita peroleh saat KESIAPAN berjumpa dengan KESEMPATAN.

Meskipun sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu, rasanya baru kemarin saya dipanggil atasan saya waktu itu ke ruang kerjanya. Dia menawarkan beasiswa bagi saya untuk meneruskan S2 saya. Sebenarnya, kesempatan itu ditawarkan juga ke seorang sahabat saya. Namun, hanya saya yang bisa mengambil momen emas itu. Mengapa? Karena sahabat saya ternyata belum menyelesaikan skripsinya.

Ketika saya menyelesaikan kuliah saya dengan IPK yang tertinggi di kelas, KESEMPATAN berikutnya muncul. Saya ditawari beasiswa oleh orang lain lagi untuk meneruskan jenjang S3.

Seandainya saya tidak siap saat mendapat tawaran beasiswa, sampai hari ini mungkin saya tidak akan pernah menyelesaikan S3 saya yang pertama. Seandainya saya tidak menyelesaikan S3 saya yang pertama, saya mungkin juga tidak mendapat tawaran dan kesempatan untuk menyelesaikan S3 yang kedua. Dan jika saya tidak senang belajar, tidak mungkin seorang pimpinan kampus terkenal di AS menawari saya untuk meneruskan Ph.D di sana. Dan seterusnya dan sebagainya. Saya percaya, setiap batu kecil kesuksesan merupakan tempat berpijak yang baik untuk naik ke level berikutnya.

2. Nikmati me time untuk ‘mendengar’, ‘melihat’, ‘mengecap’, dan ‘merasakan’ banyak hal yang tidak mungkin kita dapatkan jika kita tergesa-gesa dalam menjalani hidup

Keinginan menggebu-gebu untuk sukses seringkali membuat kita terpenjara oleh jadwal yang seakan tidak pernah ada habisnya. Apa yang terjadi jika kita berusaha keras untuk menyelesaikan semua jadwal yang begitu padat? Kita bukan saja burn out, namun juga burn down.

“Ma, mobil sudah harus ganti oli lho,” ujar anak sulung saya suatu kali.

Sopir saya yang dulu, tanpa diberitahu, pasti sudah membawa mobil kami untuk diganti pelumasnya, sehingga tidak perlu diingatkan lebih dulu. Namun, apa yang anak saya katakan itu berguna juga untuk mesin kehidupan kita. Kapan saatnya mesin kita istirahat dan ganti oli?

Di samping liburan bersama keluarga, saya sangat menikmati me time saya. Jika tidak saya habiskan untuk membaca—men-charge kembali baterai saya—saya habiskan untuk jalan-jalan. Saya terinpirasi saat menerjemahkan biografi Warren Buffet dan mengetahui bahwa miliarder ini menghabiskan 80% waktu terjaganya untuk membaca. Saat anak saya sekolah di Melbourne, halaman di depan kampusnya saya pakai untuk membaca. Saya melakukannya dengan berbaring di atas rumput bermandikan matahari. Maklum sedang winter. Rasa hangat mentari membuat saya nyaman membaca dalam waktu lama, meskipun di tempat terbuka.

3. Temukan mutiara di kedalaman telaga derita

“Papi ini lho selalu saja melihat sisi positif orang,” ujar Vera anak saya dengan nada protes. Saya bukannya buta—apalagi membutakan diri—terhadap kekurangan orang lain. Namun, saya memilih dengan sengaja untuk melihat kelebihannya. Saya bahkan pernah mencuit di twitter saya: “Setiap kali Anda melihat ulat di dalam diri seseorang, bayangkan betapa indahnya dia nanti saat sudah menjadi kupu-kupu.”

Di dalam kehidupan kita, bahkan di tengah prahara pun kita bisa mencari pahala. Tuhan memakai setiap kesempatan untuk memproses kita. Bukankah emas termurni dan berlian terindah juga menjalani proses yang ‘menyakitkan’? Saya teringat Thomas Alva Edison. Saat laboratoriumnya terbakar, dia malah menyuruh putranya untuk memanggil istrinya. “Untuk apa?” tanya anaknya heran.

“Mamamu belum pernah melihat bangunan terbakar,” jawab ayahnya santai.

Artinya, di situasi negatif pun kita bisa menemukan sesuatu yang positif. Orang yang positif menciptakan helikopter, sedangkan yang pesimis menciptakan parasut. Pernah dengar ungkapan itu?

4. Jangan ngoyo menjalani hidup

Kata ‘ngoyo’ dalam bahasa Jawa artinya—meminjam istilah yang membesar-besarkan masalah—‘membanting tulang’ untuk mencari sesuap nasi. Saya sering bergurau begini, “Tanpa dibanting saja tulang kita bisa terserang rematik atau osteoporosis, apalagi dibanting!” Ucapan itu seringkali disambut dengan tawa ngakak peserta seminar yang saya pimpin.

Bekerja harus. Produktif penting. Namun, apa artinya hidup jika kita habiskan waktu kita hanya untuk bekerja tetapi tidak pernah menikmatinya? Justru ketika kita bisa bersantai, ada ide-ide segar yang justru menambah produktivitas kita. Bagi saya kata ‘rekreasi’ berarti ‘re’ plus ‘kreasi’. Artinya, kita bisa menciptakan kembali hal-hal baru di tengah kesantaian kita.

Setiap kali ada orang bertanya bagaimana saya bisa begitu produktif menulis buku maupun artikel di media daring, saya menjawab, “Ide mengalir begitu deras saat otak saya santai.” Busur panah pun harus dilepaskan talinya agar efektif saat dipakai untuk memanah kembali. Senar gitar pun perlu dilonggarkan saat tidak dipakai.

Mau mencoba?

Xavier Quentin Pranata


<readmore>http://merryriana.co/post/merry-riana-life-camp-mengajarkan-anak-berbagai-keterampilan-yang-membuat</readmore>


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "SANTAI DAPAT DUIT MAU TAHU CARANYA? INILAH EMPAT CARA SAYA!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Silahkan login untuk memberi komentar