CONTRIBUTOR

Lihat semua
LIFE & HAPPINESS
Sejarah Ketupat Lebaran: Mengaku Lepat dan Leburan Dosa
1.5K
Lebaran memang tak bisa dipisahkan dengan opor dan ketupat. Sambil menikmati ketupat, yuk pahami sejarahnya.

Idul Fitri dirayakan dengan berbagai cara; berkumpul keluarga, saling memaafkan, hingga mencicipi aneka hidangan salah satunya Ketupat. Tradisi ketupat Lebaran sudah ada sejak masuknya Islam ke tanah Jawa pada tahun 1400-an dan hingga kini tetap dilestarikan. Bisa jadi, Ketupat memang tak bisa dipisahkan dari tradisi Lebaran Islam Nusantara. Apa makna Ketupat dan Lebaran?

Photo Credit: Wikipedia

Dialek Jawa menyebut Ketupat sebagai Kupat atau Tupat. Kata Kupat berasal dari Ku, yakni ngaku atau mengakui dan Pat, berarti lepat atau kesalahan. Pendeknya, Ketupat adalah wujud mengakui kesalahan dan meminta maaf. Selain itu, Kupat juga bermakna Laku Papat atau Empat Tindakan yakni Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan.

Lebaran adalah usainya waktu puasa. Luberan adalah meluber atau melimpah, yakni ajakan bersedekah pada fakir miskin melalui zakat fitrah. Leburan adalah habis atau lebur, yakni dosa-dosa yang telah melebur setelah saling memaafkan. Dan Laburan yang berasal dari kata labur atau kapur yang jamak digunakan sebagai penjernih air sebagai simbol kembali suci. Tradisi Lebaran Ketupat atau Kupatan konon pertama kali dikenalkan oleh Sunan Kalijaga.

Photo Credit: Detik

Dari segi bahasa, Kupatan berasal dari kata Kaffatan dalam Bahasa Arab yang mendapat perubahan bunyi dialek Jawa. Ketupat lazimnya dibungkus anyaman janur kelapa sebagai akronim kata jannah (surga) dan nur (cahaya). Dengan Ketupat, umat Islam Nusantara berharap mendapatkan cahaya surga setelah berpuasa sebulan penuh.

BACA JUGA


Suguhan Lebaran: Pahami Dulu Sejarahnya, Baru Boleh Ketagihan!

Suguhan Lebaran: Pahami Dulu Sejarahnya, Baru Boleh Ketagihan!

Tak hanya nikmat, suguhan Lebaran juga punya sejarah yang panjang

Read more..

Nah, sudah ada rencana berkirim Ketupat Lebaran kemana saja? Untuk mertua, saudara, tetangga, teman, semua harus masuk hitungan. Sebab saling berkirim atau berbagi ketupat berarti saling memaafkan dan memberi kebaikan pada sesama. Bahkan di Gresik, Ketupat tidak hanya disajikan bersama Opor Ayam atau Kare Ayam. Ada jenis Kupat Kethek yang disajikan bersama parutan kelapa, garam, dan gula sebagai teman berkumpul bersama keluarga. Sudah pernah mencobanya?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sejarah Ketupat Lebaran: Mengaku Lepat dan Leburan Dosa". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Silahkan login untuk memberi komentar