CONTRIBUTOR

Lihat semua
LIFE & HAPPINESS
Surga Dunia Yang Telah Hilang
348
Ketika Islam, Nasrani dan Yahudi hidup damai dalam harmoni dan tidak mempermasalahkan keyakinan siapa yang paling benar melainkan bersaing dalam bidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi dan berusaha membangun Andalusia yang mampu menjadi "Surga" bagi para masyarakatnya.

Hello reader, kali ini saya akan mencoba mereview salah satu buku favorit saya. Yaps, Surga di Andalusia merupakan salah satu buku terbaik yang pernah saya baca. Big thanks to Maria Rosa Menocal yang sudah meluangkan banyak waktu demi buku ini dan it is worthy untuk dibaca.

Judul asli buku ini sebenarnya adalah "Ornament Of The World ; when moeslems, jews and christian living in harmony in medieval Spain". Alasan kenapa disebut Ornament Of The world karena pada saat itu Andalusia benar - benar menjadi "surga" bagi para pemeluk 3 agama besar yaitu Islam, Yahudi dan Nasrani.

Ketika banyak orang yang beranggapan bahwa Atlantis adalah surga yang hilang dari muka bumi secara tidak langsung banyak orang tidak ada surga lain yang keberadaannya telah hilang di muka bumi. Banyak orang lupa bahwa peradaban Andalusia merupakan salah satu surga dunia, kalau Atlantis terkenal karena alamnya yang luar biasa indah dan masyarakatnya yang maju dalam bidang tekhnologi cocok tanam mereka pada saat itu maka Andalusia maju dalam bidang toleransi beragama, budaya, dan ilmu pengetahuannya.

Pada zaman di mana hampir seluruh eropa pada masa itu berada dalam masa "kegelapan" akibat ketiadaan cahaya ilmu pengetahuan yang melanda hampir seluruh masyarakatnya namun tidak demikian dengan penduduk Andalusia yang hidup dalam cahaya pengetahuan yang terang benderang, bersaing dalam bidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi, syair serta seni dan budaya.

Masyarakat Andalusia hidup dalam kekayaan intelektual serta pengetahuan akan berbagai macam ilmu dan yang paling mengesankan adalah bagaimana toleransi beragama yang terjalin di kehidupan masyarakatnya.

Sultan Abdul Rahman III yang merupakan pewaris terakhir serta menjadi satu - satunya keturunan Bani Umayyah yang selamat dari pembantaian Dinasti Abbasiyah di Damaskus berhasil memimpin masyarakat Andalusia yang beragam menjadi satu kesatuan yang indah yang melahirkan semangat - semangat keilmuan didalam diri masyarakatnya.

Di era keemasan ini lahir banyak tokoh - tokoh terkenal seperti Averroes/Ibn Rusyd yang terkenal akan "Double truth doctrine", Ibnu Thufail, Al - Idrisi ang menulis book of roger, Ibnu Baitar, Judah Halevi dan Maimonides. Mereka semua banyak melahirkan karya - karya hebat.

Di jaman Andalusia juga banyak dibangun bangunan terkenal seperti Mezquita, katedral terkenal yang ternyata sebelumnya adalah masjid yang digunakan pemimpin muslim di Andalusia namun berubah fungsi menjadi katedral ketika Raja Ferdinand dan Ratu Isabel menguasai daerah ini. Bangunan ini merupakan kebalikan dari Hagia Sophia yang berada di Istanbul.

Selain Mezquita juga terdapat taman Medina Az - Zahra, tembok Toledo dan Istana Merah Al - Hambra di Granada yang menjadi benteng terakhir muslim di Andalusia. Istana Al - Hambra juga menjadi saksi bagaimana Sultan Moamar Boabdil menyerahkan kunci istana kepada The Royal Couple Raja Ferdinand dan Ratu Isabel sebagai bukti kejatuhan islam di Andalusia dan muncul istilah yang cukup terkenal yaitu The Last Moor Sight.

Sayangnya peradaban ini harus hancur akibat perebutan kekuasaan antar golongan muslim itu sendiri serta perang perebutan kekuasaan antara kerajaan islam dan kristen dan hal inilah yang mengakibatkan hilangnya "Surga" yang indah tersebut.

Ketika Raja Ferdinand dan Ratu Isabel berhasil menguasai Granada, mereka memaksa para penduduk muslim dan yahudi untuk berpindah keyakinan menjadi Katholik. Hal yang sebenernya ditentang oleh kaum nasrani itu sendiri.

Buku ini mengajarkan kita bagaimana indahnya toleransi beragama yang terjadi di Andalusia, bagaimana seharusnya perbedaan bukanlah menjadi hambatan untuk maju, untuk bersaing dalam bidang pengetahuan dan bagaimana perbedaan bisa saling mengkapi satu sama lain, bagaimana perbedaan bisa menjadi kekayaan bukan saling berperang tentang siapa yang lebih hebat atau lebih benar terlebih perang mengatasnamakan Tuhan.

Tidak ada salahnya kita sebagai bangsa Indonesia banyak belajar dari kehidupan masyarakat Andalusia yang mampu menciptakan keindahan, kedamaian, keharmonisan di tengah - tengah masyarakatnya yang beragam. Mereka tidak mempersalahkan perbedaan yang ada melainkan menjadikan perbedaan - perbedaan yang ada dalam diri mereka sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita bisa belajar bagaimana akhirnya perebutan kekuasaan, intoleransi dan perang antar golongan bisa menyebabkan kehancuran, perpecahan bagi persatuan suatu bangsa dan negara.

Sudah saatnya kita semua tidak hanya menjadikan Bhinneka Tunggal ika sebagai slogan belaka tetapi mampu kita terapkan dalam kehidupan kita sehari - hari sehingga perbedaan - perbedaan yang ada mampu kita ubah menjadi kekuatan yang mengangkat nama baik Indonesia dimata dunia, membuat Indonesia memiliki cahaya dan surganya sendiri layaknya Andalusia.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Surga Dunia Yang Telah Hilang". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Silahkan login untuk memberi komentar

Crystal Monica | @alibabaalibabi

catatan keuangan