CONTRIBUTOR

Lihat semua
SUCCESS & MOTIVATION
Waspadai Anak Kecanduan Gadget. Yuk, Belajar Jadi Orang Tua Cerdas Digital dari Girls In Tech Festival #GITFEST2017
310
Anak merupakan aset bangsa yang didorong oleh orangtuanya untuk mengerti di dunia digital. Apakah kamu juga seperti itu?

Kecanduan gadget merupakan bahan materi wajib untuk orang tua agar lebih peduli dengan anak era digital. Kini, anak yang bisa dengan lihai menggunakan gadget sudah sangat banyak. Bahkan hampir setiap anak dibawah 5 tahun hingga 1 tahun sudah lihai menggunakan gadget, salahkah? Tidak, hanya saja anak dengan umur dibawah 5 tahun belom siap untuk mengetahui apakah mereka sudah siap secara emosi hingga mampu menangkap hal positif dari bermain dengan gadget. Anak bermain gadget bukanlah kesalahan di era digital ini. Tapi, ada baiknya untuk menyalurkan kreativitas dan minatnya dengan gadget yang sedang mereka senangi. Menggunakan secara pasif seperti melihat video 1 jam adalah hal yang sangat buruk untuk anak, namun berbeda ketika mereka bermain dengan sebuah aplikasi membuat video selama 1 jam dan dampaknya juga menjadi positif. Lalu, bagaimana menurut Najeela Shihab selaku Founder Sekolah Cikal menanggapi bahwa orang tua harus mampu mengarahkan anaknya untuk lebih cerdas di dunia digital.

Berikut penjelasan Najeela Shihab dari Class Orang Tua Cerdas Digital di Girls In Tech Festival 2017!

1. Kesalahan berasumsi tentang kebutuhan gadget

Photo Credit : Lettadiva

Banyak dari orang tua yang sudah salah kaprah tentang kenyataan di dunia digital. Anggapan bahwa anak harus belajar menggunakan gadget karena membantunya untuk melek teknologi adalah salah, karena anak mampu mempelajari sendiri meskipun orang tuanya tidak membantunya. Ada juga etika pada anak di dunia maya dan dunia nyata sangatlah berbeda. Kenapa? Karena saat ini social media sangatlah urgent kedisplinan dan tata krama. Bayangkan ketika mereka di dunia maya, mereka mampu meng-eksplore semua kata-kata dan tidak menyaring lagi perkataan yang buruk. Coba kamu lihat mereka di dunia nyata, apa mereka juga melakukan hal yang sama seperti di dunia maya? Tidak.

2. Berapa lama anak bermain gadget?

Photo Credit : Grimsby Telegraph

Tidak ada yang bisa menentukan maksimal waktu bermain di depan gadget. Gadget sangatlah penting untuk anak-anak di era digital ini, tapi ingat hanya dengan hal positif. Waktu penentu anak ketika dia hanya menonton sebuah video dengan range waktu yang lama akan mendapatkan dampak negatif yang fatal. Tetapi berbeda ketika anak membuat sebuah potongan video dan membuat kreasi yang dia miliki. Berapa maksimal waktunya? Tidak ada, karena anak cenderung aktif dan tidak separah saat anak menonton video tersebut. Menggunakan digital diperlukan, tapi harus digunakan untuk membuatnya lebih kreatif bukan pasif.

3. Tantangan sebagai orang tua

Photo Credit : Lettadiva
  • Orang tua Zaman sekarang lebih baik untuk memberikan gadget dari pada si anak menangis ketika dia sedang bekerja.
  • Prioritas, ketika orang tua paham bahwa anak memang tidak boleh menggunakan gadget, banyak orang tua yang masih belum fokus tentang dampak dan tidak menghiraukan bahwa gadget mampu merusak tumbuh kembangnya.
  • Kekhawtiran, orang tua pasti akan khawatir ketika anak mengadu bahwa dia tidak memiliki teman hanya karena gadget. Sabarlah, jangan karena kekhawatiran ini membuat anak belajar dari orang tuanya. Anak mengerti, ketika dia membuat orang tuanya panik, maka dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan dan inilah kelemahan orang tua.
  • Tidak enakan, ada orang tua yang bekerja memberikan anaknya gadget karena rasa bersalahnya tidak bisa menemaninya bermain. Tapi, tindakan tersebut sangatlah salah, anak akan merekam disaat kapan dan kenapa orang tua memberikan mereka apa yang mereka inginkan.

4. Pilih cara berkomunikasi dengan anak

Photo Credit : huffingtonpost.ca
  • Jangan memberinya nasihat tetapi ceritakan pengalamanmu. Anak akan lebih paham jika kamu memberikan pengertian kepada mereka berdasarkan pengalaman tentang ibunya. Mereka akan sangat tertarik dan senang mendengar semua ceritamu dari pada nasihat yang kamu berikan.
  • Jangan interogasi, lebih baik menyatakan observasi. Apa yang akan kamu lakukan ketika anak menyembunyikan layar untuk kamu lihat. Jauhkanlah emosimu dan tanya "sudah 1 jam online nih, kok seru banget" dan anak dengan sendirinya akan menceritakan apa yang mereka lihat.
  • Jangan memberinya perintah, sudah banyak orang tua yang tau yah, bahwa anak sangat tidak menyukai perintah. Jadi, ketika ingin melakukan seuatu ada baiknya anak diberi pertanyaan dan pilihan mana yang ingin anak lakukan terlebih dahulu. Seperti mandi atau nonton TV 10 menit dulu nih.

5. Lakukan kesepakatan untuk semua keluarga

Photo Credit : Silicon Valley Globe
Kesepakatan merupakan hal penting jika ingin membuat anak disiplin dan memiliki pendidikan cerdas digital, apa saja yah!
  • Melibatkan semua pihak, semua pihak yang berada di dalam rumah. Jika dilarang melihat gadget dari jam 8 malam berarti satu keluarga juga harus mengikutinya.
  • Tertulis dan mudah diakses. Wajib ditulis untuk para anggota keluarga.
  • Memuat nilai kesepakatan yang dianggap penting. Seperti kesepakatan yang memiliki arti luas yaitu tidak boleh memukul berarti menendang yang diartikan boleh oleh si anak. Seharusnya, jangan menyakiti orang lain. Lalu jangan main game berarti anak menyimpulkan main handphone boleh. Nah, ini bisa sebagai pengingat yah.
  • Menjelaskan apa saja pelanggaran yang terjadi jika melanggar aturan.
  • Evaluasi berkala, jangan terlalu monoton yah. Karena setiap kesepakatan harus ada evaluasinya. Apakah si anak bisa melepaskan gadget dari game atau sudah menggunakan gadget yang kreativitas dengan bantuan orang tua.

BACA JUGA


Nah, sebagai orang tua di era digital ini, orang tua hanya harus membantu anak untuk lebih menggunakan gadget dengan hal yang positif. Bagaimana denganmu, sudah siapkan untuk kuat membantu anak lebih cerdas di dunia digital.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Waspadai Anak Kecanduan Gadget. Yuk, Belajar Jadi Orang Tua Cerdas Digital dari Girls In Tech Festival #GITFEST2017". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Silahkan login untuk memberi komentar